Info Sekolah
Kamis, 25 Apr 2024
  • Terima kasih telah berkunjung di website resmi MTsN 3 Mataram

Rela Panas-Panasan Menanti Menag Yaqut, Ini Momen Peserta Apel Pengukuhan Relasi Beragama

Diterbitkan : - Kategori : Kegiatan

Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) – Ribuan ASN lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) rela panas-panasan di bawah terik matahari untuk menunggu kehadiran Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam kegiatan Pengukuhan Relawan Moderasi Beragama dan Deklarasi Pemilu Damai yang digelar di Lapangan Sangkareang, Mataram, Selasa (26/12/2023).

Acara tersebut dihadiri oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas, Pj Gubernur NTB yang diwakili oleh Pj Sekda NTB Fathurrahman beserta jajarannya, Walikota Mataram Mohan Roliskana, Pj Walikota Bima, Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz, KPU Provinsi NTB, Bawaslu Provinsi NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Ribuan ASN Kemenag NTB yang hadir mulai pukul 06.30 Wita tampak mengenakan pakaian baju putih hitam memadati lapangan. Namun hingga pukul 08.00 wita acara belum dimulai hingga para peserta berbaris di bawah terik matahari.

Tak jarang dari mereka duduk dan mencari tempat yang teduh. Ada juga diantara mereka menggunakan sobekan kardus air minum sebagai payung untuk menghindari panasnya matahari. Suasana panas tidak menyurutkan keinginan untuk mengikuti kegiatan.

Sambil ngobrol satu sama lain. Ada juga reunian kecil-kecilan diantara meraka yang bersahabat atau pernah satu tempat bertugas menambah keakraban untuk mengobati rasa panasnya matahari. Mereka tetap semangat dan penuh antusias sambil menunggu hingga acara dimulai.

Diberitakan sebelumnya Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas mengukuhkan 2.302  Relawan Moderasi Beragama di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengukuhan tersebut dilakukan secara simbolis di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, Selasa (26/12/2023).

Dalam sambutannya, Menag Yaqut menyampaikan dua hal dihapan ribuan peserta apel. “Tadi sudah disampaikan oleh Pak Kakanwil maupun oleh Pak Sekda. Saya pendek saja saya hanya ingin menyampaikan dua hal. Saya hanya ingin menyampaikan dua hal,” kata Gus Yaqut

Baca Juga  MTsN 3 Mataram Luncurkan Program Sango Santri dan Logo Madrasah

Yang pertama bahwa menjadi relawan moderasi tidak mudah. Relawan moderasi harus rela dan berada di tengah-tengah.

“Relawan itu kadang-kadang rela kadang-kadang melawan. Kalau kebagian tempat yang adem rela, sebagian tempat yang panas melawan. Apalagi relawan moderasi pasti gak ada bayarannya, tetapi harus berada di tengah-tengah,” kata Menag Yaqut.

Menag Yaqut menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah sikap yang tidak ekstrem, tidak liberal, dan tidak fanatik. Moderasi beragama juga harus menghormati budaya-budaya lokal.

“Para relawan moderasi ini saya harapkan berada di tengah-tengah untuk menjembatani semua situasi yang ekstrem antara yang sangat liberal dan yang sangat fanatis,” kata Menag Yaqut.

Hal kedua sebut Gusmen sapaan akrab Menag Yaqut adalah bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk, butuh pemimpin yang kuat. Keperbedaan yang dimiliki Indonesia harus menjadi kekuatan, bukan menjadi kelemahan.

“Keperbedaan ini membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Kepemimpinan yang kuat akan menjamin segala perbedaan yang dimiliki Indonesia ini tetap menjadi sebuah kekayaan dan kekuatan,” kata Menag Yaqut.

Selain mengukuhkan Relawan Moderasi Beragama, Menag Yaqut juga mendeklarasikan Pemilu Damai 2024. Deklarasi ini diikuti oleh tiga ribuan lebih ASN Kementerian Agama NTB dan masyarakat umum.

Dalam deklarasi yang dipimpin Bawaslu tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menciptakan Pemilu 2024 yang damai, jujur, dan adil. Mereka juga menyatakan komitmen untuk menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.

Diwartakan oleh:
Ruslan Wahid, ST (Humas)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar