Info Sekolah
Kamis, 25 Apr 2024
  • Terima kasih telah berkunjung di website resmi MTsN 3 Mataram

Khotbah Jum’at KeTiga Bulan Ramadhan:“ Golongan Orang – Orang Yang diRindukan sorga

Diterbitkan : - Kategori : Pendidikan

Khotbah Jum’at KeTiga Bulan Ramadhan: “ Golongan Orang – Orang Yang diRindukan sorga” Oleh : Muhammad Hanafi, SS, M.Sy

KHUTBAH PERTAMA

  اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Maâsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Alhmadulillah kiita semua saat ini berada pada jum’at ketiga dan di hari ke 16 bulan suci Ramadhan 1444, yaitu  bulan yang diberkahi. Terutama karena di bulan Ramadhan ini ada peristiwa agung, yaitu Nuzul al-Qur’an (turunnya kitab suci al-Qur’an) .

Sholawat beserta salam tak lupa kita haturkan kepada baginda junjungan alam Nabi Muhammad SAW yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an berfungsi sebagai nûr (cahaya), hudan (petunjuk), dan rahmat bagi manusia dan seluruh alam.  Selanjutnya Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita tingkatkan kualitas takwa kita kepada Alloh SWT dengan taqwa yang sebenarnya yakni menjalankan semua perintanya dan menjauhi semua larangannya, di antaranya dengan berusaha memperbanayak ibadah mulia di bulan suci Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Maâsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,


Setiap manusia tentu saja mengharapkan yang namanya kebahagiaan, terutama kebahagiaan hakiki, yaitu kebahagiaan yang tidak hanya di dunia ini saja, akan tetapi kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak.
Kebahagiaan yang hakiki tersebut hanya dapat diraih apabila kita selalu taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Balasan dari ketaatan tersebut adalah mendapatkan kehidupan yang penuh nikmat yaitu Surga-Nya, sehingga kita dituntut untuk meraihnya.


Surga adalah tempat terindah yang dijanjikan bagi umat Islam yang beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di dalamnya berisi kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, tapi tidak sembarang orang bisa masuk ke tempat mulia ini. Surga adalah tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan. Tidak ada sedih, duka, kesusahan, ketakutan apalagi permusuhan. Tak heran jika semua orang mendambakan jadi penghunisurga.
Dalam Al-Qur’an , Allah juga berfirman:

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ مَّاۤ اُخۡفِىَ لَهُمۡ مِّنۡ قُرَّةِ اَعۡيُنٍۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ

“Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan”. (QS. As-Sajdah: 17).

Allah Ta’ala berfirman dalam satu Hadis Qudsi: “Aku persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga dan tak pernah terbayang di benak siapa pun (manusia)”.

Baca Juga  Dibuka Olimpiade Bulgarian Mathematics Without Borders, Season Autumn 2022, Berikut Syarat-Syaratnya...


Mereka yang menghabiskan waktunya beramal saleh ketika di dunia kelak akan dimasukkan ke dalam surga berkat rahmat Allah Ta’ala. Hanya bekal berupa amal kebaikan saja yang bisa mengantarkan manusia untuk sampai ke Surga. Tempat itu menjadi tujuan akhir dari kehidupan yang begitu dirindukan oleh semua orang mukmin.


Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,   


Setiap orang beriman pasti berharap dan merindukan akan surga, namun disisi lain dalam suatu riwayat bahwasannya surga yang akan rindu terhadap penghuninya.


Dalam sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Abbas ra, dikatakan bahwa ada 4 golongan manusia yang dirindukan oleh surga. Nabi Muhammad SAW bersabda:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya: “Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al Quran, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Dari hadist diatas dijelaskan bahwa 4 golongan yang dirindukan surga adalah sebagai berikut :

  1. Orang yang senantiasa membaca alqur’an.
    Alqur’an adalah kalam Allah yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada umatnya. Alqur’an merupakan pedoman hidup bagi umat muslim, dan bernilai pahala bagi setiap orang yang membacanya. Dari setiap huruf yang dibacakannya,  Allah berikan 10 kebaikan. Bisa kita bayangkan jika kita membacanya satu hari hari satu juz, berapa kebaikan yang kita peroleh. Terlebih ketika kita memahaminya, menghafalkannya dan mengamalkan isinya, maka berapa pahala yang Allah limpahkan kepada kita. Namun tetap kuncinya adalah ikhlas karena Allah swt.
    Kemudian Alqur’an juga akan menjadi syafaat bagi para pembacanya, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Bacalah Al-Qur’an karena Al-Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya (dengan tadabbur dan mengamalkannya)”.
    Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,   
  2. Orang yang selalu menjaga lisannya
    Dua yang dapat mencelakakan manusia, yaitu yang berada diantara dua bibir (yaitu lidah), dan yang berada diantara dua kaki (yaitu kemaluan). Manusia sering terpeleset oleh lidah atau lisannya yang mengakibatkan sakit hati saudaranya. Bahkan dalam suatu pepatah mengatakan bahwasannya lidah itu lebih tajam dari pada pedang. Hal ini saking berbahayanya lidah ketika kita tidak dapat menjaganya. Maka disini pantas ketika orang yang dapat menjaga lisannya dalam artian tidak pernah melukai hati saudaranya dengan lisannya, maka orang yang demikian telah dirindukan oleh surga.

عَنْ أَبِي هُرَيْـرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، اَنَّ رَسُـوْلَ اللهِ صَليَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ …فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Baca Juga  Amanat Menteri Agama pada HGN Tahun 2022


Artinya: “Dari Abi Hurairah ra Sesunguhnya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam, …” (HR. Bukhari).


Rasululloh juga bersabda :
“Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.” (HR. Bukhori)


Orang yang mampu menjaga lidahnya, tidak akan menyakiti orang lain dengan bahasa yang digunakan. Ia akan sangat berhati-hati dalam berkata agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Bila kita mampu menjaga lidah, begitu banyak kenikmatan yang akan diperoleh. Manfaatkanlah karunia Allah yang telah dilimpahkan kepada manusia terutama lisan kita untuk berdakwah, menyambung silaturahmi, bertilawah, berzikir,beristigfar dan berdoa. Lebih – lebih dibulan Ramadhan ini jika kita tidak bisa akan berakibat dosa dan bisa menghapus fahala dan ibadah puasa kita akan sia-sia sebagaimana sabada Rasululloh SAW” Banayak dianatara orang yang berpuasa tidak dapat apa-apa dari ibadah puasanya kecuali haus dan dahaga saja “


Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,   

  1. Orang yang memberi makan orang yang kelaparan, seperti seperti orang yang berpuasa serta para fakir miskin dan yatim piatu
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Dzat Maha Pengasih dan Penyayang yang memberikan balasan atas sekecil apapun amalan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya.
    Bila kita memberikan minum kepada saudara kita yang kehausan, maka Allah akan memberi kita minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, bila kita memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti.
    Nabi SAW bersabda, “Siapapun mukmin memberi makan mukmin yang kelaparan. Pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dan buah-buahan surga.” (HR. Tirmidzi).
    Bila kita memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan, yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak di dunia ini. Pertolongan Allah akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.
    “Dari Abu Sa’id Al Khudry ra. bahwa Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa saja orang Islam yang memberi pakaian kepada orang Islam, niscaya Allah akan memberikannya pakaian dari hijaunya Surga. Dan siapa saja orang Islam yang memberikan makan kepada orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan Surga. Dan siapa saja orang Islam yang memberikan minum kepada orang Islam yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman suci yang tertutup.” (HR. Abu Dawud)
    Ma`âsyiral Muslimîn jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,   
  2. Orang yang berpuasa di bulan ramadhan
    Puasa di bulan ramadhan merupakan salah satu rukun islam, yakni salah satu yang menjadi tegaknya keislaman seseorang. Berpuasa bukan hanya menahan tidak makan dan minum saja melainkan menjaga panca indra kita serta syahwat kita untuk tidak melakukan hal-hal kejelekan. Orang yang berpuasa cenderung bisa lebih menahan diri baik itu pandangannya, syhwatnya, lisannya, bahakan perbuatan-perbuatannya, karena takut membatalkan puasanya.
    Disamping dengan puasa kita akan mendapat pahala dan dirindukan oleh surga, dosa kita yang telah lalu juga akan diampuni oleh Allah. Sebagaimana dalam hadis dalam kitab Sahih Bukhari: 
    “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim)
    Itulah ke empat golongan yang dirindukan oleh surga, oleh karena itu marilah kita senantiasa berlomba-lomba untuk meraih ridho Allah swt serta menjadi orang yang kelak di rindukan oleh surga. Karena sungguh kennikmatan yang kekal dan abadi serta kenikmatan yang amat yang tidak akan ditemukan di dunia adalah kenikmatan surga yang Allah berikan kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa.   بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Baca Juga  Selain Simulasi ANBK, Siswa MTsN 3 Mataram Juga Mengikuti Simulasi AKMI

Khutbah II

  اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Selasa, 1 Agu 2023

Ijin copy ustadz

Balas

Beri Komentar